Tetesan Air Tak Akan lagi Berarti Setelah Datang Aliran Air Yang Deras

Jumat, 07 November 2014

Sinopsis "Sangka"

Kisah ini adalah serpihan dari sisi kehidupan sebuah zaman, kisah ribuan byte dari perangkat lunak manusia yang disebut hati. Penuh emosi, harapan, obsesi dan segi-segi haru biru

Iya…kisah manusia yang memiliki keyakinan bahwa ketulusan adalah perasaan multi dimensi yang luar biasa, untuk cinta, penantian, kesabaran, kebangkitan, dan pencarian diri.
Aku tak menulis apa yang mereka tulis…walau mungkin apa yang mereka rasa adalah sama dengan apa yang ku tuliskan. Semata memberi sumbangsih pada siapa yang membacanya, atau hanya sekedar mereka tahu tentang sisi kehidupan yang tersudut dari zaman ke zaman sebagai pelajaran atau inspirasi, atau apapun itu.

Perasaan adalah asas dari tulisan ini, berbalut sugesti dan kejiwaan airmata, dari basah menjadi kering dan dari kontraksi batin seperti musik kecapi perindu, nada-nada bertingkat melambangkan kedalaman hati dan ekspresinya, namun tetap apa adanya dan manusiawi.

“ Sebenarnya manusia hanya akan berubah dengan 3 hal, yaitu karena cinta, benci, dan ketakutan…”

Ada pesan dalam tulisan ini…kepada pemilik hati, pemilik perasaan lembut, pemilik rindu, pemilik harapan, pemilik perjuangan, pemilik cinta, dan pemilik ketulusan. Karena mereka yang tak memiliki itu semua adalah ketika ia terburai dari kesadarannya…dan jika itu terjadi ia tak akan pernah bisa memahami tulisan ini, atau bahkan tak mampu memahami kehidupannya sendiri.

Selamat datang di hamparanku…hamparan peraduan cinta yang luar biasa… hamparan tempat berbagi dan bertatap mata… hamparan persaksian… hamparan pasir putih tempatnya bercanda ria dan bercumbu. Bawalah sesuatu yang bisa menikmati setiap kata, karena itu sangat kau butuhkan.



15 tertanggal rembulan tepat di tengah langit… ditahun sejengkal setelah kelana bergegas
Malam sangat sepi karena hati sedang kalut… tanpa angin sepoi dan seteguk kehangatan…
Senyap nestapa tiada hasrat… dalam hampa karena memang telah kosong karena usia
Kekecewaan memenuhi bendahara jiwa berbentuk locker berperisai…
Mata menatap siluet ranting-ranting kecil yang membelah rembulan… dan hingga terlelap

Aduhai elemen sukma yang membentang seperti langit biru… kecerahan warnanya membuat mata hati terbelalak dan harus memandangnya, walau mata dzahirnya terpejam… sebersit kesadaran nisbi menyentak tentang keberadaanya di alam lain yang tenang…sebuah alam mimpi penuh warna dan kedatangan seraut wajah
Mimpi membawa bahana rasa hati yang tertahan oleh sekat dunia yang terhimpit didasar nya.

Apa yang kau katakan ketika ia hadir begitu saja…?
Dan ternyata kau memiliki perasaan yang sangat kuat sehingga kemudian bersambut
Perasaan yang lahir dari keajaiban atau kerinduan dan harapan
Sedangkan semua sudah berlalu darinya masa silam yang sangat membuatnya berat melupakan dan meninggalkan semua

Dan ia harus memaksakan diri untuk berbuat sesuatu yang terbalik dari kenyataanya
Karena ada harapan masa depan yang segera menjemputnya dengan cinta sejati dan segenap ketulusan …dan saat itulah ia merasa ada dalam dilema….

Sementara ia harus melupakan masa terindah yang lebih dulu mewarnai hatinya
******
Dan sisi berbeda dari harapan yang terhulur didepanya dan menjanjikan warna lain yang sama sekali belum pernah ia ketahui bahkan duga sebelumnya

Irama malam semakin melarut… ada di sebuah obyek terdekat dengan ilham atau keinginan kuat menggelora… deru membangun kisah singkat dan terskenario di alam mimpi yang subhat ( samar )… degub jantung, nafas memburu, bersatu dalam keasyikan tiada kesadaran saat mimpi itu… hanya khayalan kesenangan yang meledak-ledak seperti meriam berdentuman dan memori merekam semuanya.

Kala mimpi menyibak makna terkurung sanubari…. Kerinduan kedamaian pun menjadi misteri… selayaknya hati berasa iri… masa depan lebih indah tertiti…
Berjuta khayal melintang terbayangi masa lalu… namun masa yang berlalu tak mampu merubah semua… karena masa depan lebih nyata terbukti menjadi kisah tanpa sadar yang lebih dewasa dan bermakna

Aduhai pemilik jiwa dan jantung yang berdetak…
Hati adalah saksi dari semua dilema dan perasaan yang terpaku…
sehingga
Masa lalu apakah ia akan kembali dan mengubah semua serta mengabulkan harapan-harapan…? Sedang masa depan berkata tidak

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Saya Hanya Menanggapi Komentar Yang bermutu