Tetesan Air Tak Akan lagi Berarti Setelah Datang Aliran Air Yang Deras

Jumat, 07 November 2014

Silogisme Perasaan dan Pilihan

Aku memang memberimu sedikit ruang untuk menata dan memperbaiki keadaanmu, bukan sebuah penghianatan yang berulang, kamu tau kan? setiap manusia selalu memiliki kesempatan untuk memperbaiki diri, bukan karena kamu terlarang untuk mencontoh kebaikan orang lain, dan nonsense " be your self".

Kekacauan berfikirmu itu seperti orang terkena candu, yang mewajibkan diri dengan nikotin atau seperti anak kecil yang merengek tiap hari untuk setusuk es krim, sedangkan kamu tau bagaimananya, kamu tau setelahnya, dan terlebih kamu tau resikonya. jangan menafikan kelemahan dari sebuah kemampuan menghadapi resiko, jika dirasa kecil nyalimu menanggung resiko maka jangan berbuat, dan berbuatlah sesukamu selama kamu bisa menanggung resikonya, namun jangan salahkan atas hasil yang kau petik terlepas dari baik dan buruknya, karena itu pilihanmu.

Kamu berharap akan hadirnya cahaya purnama, namun ketika ia tiba justru kamu berpaling kepada lilin, hanya karena ia bisa kamu sentuh, namun terpikirkah olehmu,bahwa ia tidak akan bisa selamanya menerangi ?, karena lelehan lilin adalah pendeknya waktu, sedangkan penuhnya purnama akan terjaga dari masa ke masa.

Tidak ada pertentangan apapun didalam sebuah dilema, kecuali ia tak bisa membuat keputusan yang pasti, silahkan jika memang harus memilih yang paling ringan kepedihannya dari pada kamu terdiam menggantung hati tanpa keputusan, karena luka hanya butuh obat secepatnya agar luka tak semakin parah, dan jangan salahkan obat yang membuat lukamu perih, karena perihnya luka yang terobati mengakhiri penderitaan, sedangkan perihnya luka karena takut obat adalah kecelakaan yang berulang.

Jangan sandarkan kesalahanmu kepada kesabaran seorang pemaaf, karena itu akan membuatmu menghinakannya, dan akan membuatmu mengulangi terus kesalahan yang sama, sedangkan sakit hati yang bertumpang tindih akan membuat endapan magma bergejolak ketika meletus. jangan nafikan hati orang lain yang dengan sabar membimbing dan memperingatkanmu, bukan karena ia selalu menyalahkanmu, tapi karena ketidak relaan dirinya melihat yang tercinta berdiri diatas kesalahan, jika harus memilih antara seseorang yang menyeretmu menjauh dari jurang kehancuran atau seseorang yang membiarkanmu melakukan apapun di pinggir jurang kehancuran? gunakan hatimu untuk memilih.

Jika aku harus melakukan pemaksaan agar kamu terjauh dari neraka, maka ada kalanya aku bisa gunakan cemeti, namun jika aku harus memaksamu menuju syurga, aku tidak tahu alat apa yang ku pilih, karena kenikmatan hanya butuh seruan, tanpa harus mengancam.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Saya Hanya Menanggapi Komentar Yang bermutu