Tetesan Air Tak Akan lagi Berarti Setelah Datang Aliran Air Yang Deras

Kamis, 06 November 2014

Mengais Inspirasi Yang Tercecer

Kita sering mengalami keadaan ketika  menemukan ide / inspirasi untuk menulis, tapi pas kita ga sikon banget, entah ga bawa alat tulis kek, ga bawa laptop kek, ga bawa hape kek, inspirasi itu kadang kalau cuma untuk di ingat pasti dijamin kabur atau bahkan hilang dari ingatan kita, inspirasi yang boleh jadi jarang kita dapatkan harus hilang tanpa bekas hanya karena ga sikon, padahal mungkin saja inspirasi itu tidak datang dua kali, jadi kalau bisa langsung kita catat mungkin akan menjadi ide cemerlang untuk karya tulisan kita, nah itu yang sering saya alami juga sobat, setelah belajar dari pengalaman akhirnya saya kemana-kemana harus selalu bawa alat tulis, walaupun cuma buku kecil dan pensil agar setiap ada inspirasi saya bisa tuliskan inspirasi tersebut sehingga setelah itu kita bisa kembangkan menjadi sebuah tulisan.

Namun lain halnya ketika kita sudah banyak inspirasi dan kemudian saking banyaknya inspirasi yang ditulis sampai ga sempat lagi mengembangkannya, nah ini juga perlu di antisipasi, dari pengalaman yang sudah-sudah saya justru sering menampung dulu inspirasi yang saya dapatkan dengan mencatat dan setelah dirasa cukup untuk kita kembangkan sesuai kapasitas kita, baru eksekusi inspirasi tersebut ke dalam tulisan, berikut adalah ide tercecer yang saya kembangkan menjadi tulisan yang saya rangkum dalam sebuah Kumpulan Ide yang Tercecer.

Sinopsis 1 :

"Jogja Semakin Panas..." bahkan ketika mandi, air pun tidak sesejuk biasanya, anget-anget kuku, wah... masa baru beberapa menit mandi, keringat sudah mengucur lagi hadeuhhhh....!!! jadi teringat saat dulu di semarang, waktu acara senam bersama di simpang lima, senam masal yang bertujuan agar badan sehat dan stamina fit malah berubah menjadi tragedi lomba pingsan masal " alamaaaak" beruntung aku cuma pusing, hal itu berawal dari pemandu senam yang datang kesiangan, sedangkan masyarakat yang ikut senam sudah mulai berjibun di lapangan, semula agenda mulai jam tujuh pagi eh.. baru mulai jam sembilan pagi, walhasil matahari di musim kemarau sudah setinggi tombak dan karena situasi sekitar adalah jalan raya yang sudah mulai bising menambah stres lautan massa yang memadati simpang lima, sehingga ketika acara senam masal yang di iming-imingi doorprize menarik itu di mulai tepat di terik matahari setinggi tombak yang sudah cukup menyengat, sampai terjadilah tragedi "Pingsan Masal", yang lebih parah adalah panitia tidak menyiapkan tenaga medis yang memadai untuk menanggulanginya, dan akhirnya justru peserta yang lain ikut secara spontan menjadi tenaga medis, suasana yang riuh dan panik baru bisa diatasi sekitar sejam kemudian ketika petugas medis bantuan dari rumah sakit terdekat mengambil alih, akhirnya acara dibatalkan dan panitia membagikan doorprize secara acak kepada para peserta, huffft... nyesel ikut acara masal kayak gitu yang ga prof banget, saya menjadi salah satu peserta yang memprotes acara tersebut dan meminta panitia bertanggung jawab atas even tersebut, setelah mereda panitia pun menyampaikan permohonan maaf kepada ribuan peserta tersebut dan menjamin para pingsanner untuk mendapat perawatan medis dan harus dapet doorprize. yang menjadi pikiran saya selanjutnya adalah " bagaimanakah nasib pemandu senam yang datang kesiangan tersebut ?" tentu akan menjadi orang yang paling bertanggung jawab dalam tragedi waktu itu, ternyata usut punya usut pemandu senam tadi hanya perwakilan dari pemandu senam yang sebenarnya, karena ternyata pemandu senam yang sebenarnya sedang sakit karena otot punggungnya cidera karena terlalu banyak jadwal senam hahahahhahahhaha hadeuuuuhhhh.... baru kali ini saya mengalami kejadian unik kaya begini.

Sinopsis 2 :

Hari ini saya di sebuah tempat dimana para pemuda pada ngumpul, di sebuah kedai susu yang cukup masyhur bagi kalangan muda mudi di wilayah jogja, kebetulan selain kedai susu itu memiliki menu istimewa  tapi juga murah meriah, sebenarnya yang bikin tambah ramai pengunjung adalah pelayan di kedai tersebut adalah di dominasi cewek-cewek cantik dan hotspot area super kenceng sampai 3000 Kbps.

Ketika saya masuk ke kedai tersebut, biasa lah coba-coba, karena dah masyhur banget kedai itu, seperti kedai yang lain begitu saya masuk di sambut dengan senyum dan ramah tamah pelayan kedai, mulai ada yang mempersilahkan duduk dan memberikan lembar menu sampai petugas yang nyamperin untuk menjelaskan menu yang kita pesan, nah pas saya lihat lembar menu saya terkejut dengan daftar menu yang semua ga nyambung, Paket Istimewa : Susu Original manis + Nasi goreng Medan + Roti Keju Bakar = Rp. 25.000, Paket hemat : Susu Original + Spagethi, dan yang lebih parah menu paling murah adalah spagethi cuma 7000 perak...haaaahhhhhhh....???? Roti tawar di tabur keju justru harganya 15000 sedangkan spagethi cuma 7000, sontak saya tanya ma pelayan, mbak ini beneran menunya ?? nah pelayan itu tersenyum dan jawab " iya mas ini menu istimewa selama promo karena untuk menu sebelumnya sudah di revisi " jiaaah... tambah terkaget-kaget saya, tapi akhirnya dengan terpaksa saya pesan paket hemat karena lebih muraaah heheheh.
Setelah dari kedai itu saya jadi berfikir, ternyata masakanya juga ga istimewa banget, dan menunya juga ga pada nyambung, hemat saya mengira bahwa mereka itu pada nongkrong karena tempatnya strategis buat mojok, sembari gratisan internet dan juga karena buat cuci mata liat pelayan cantik-cantik, wah kena branding marketing mereka eh...saya juga heheh... namun justru dari sana ada ide baru untuk mengembangkan  usaha kuliner kita walaupun ga perlu pake cewek cantik, tapi merupakan revisi dari itu semua, yang jelas Branding brooo....!!!!

Demikian Sobat, contoh tulisan spontan dari pengalaman yang terinspirasi dari kejadian sehari-hari, beginilah tips untuk mengasah ketajaman tulisan kita agar refleksinya terlatih, sehingga kita tidak canggung mengembangkan inspirasi yang kita dapatkan di suasana dan kondisi apapun.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Saya Hanya Menanggapi Komentar Yang bermutu